Formal dan Contoh Copywriting Landing Page yang Menjual

copywriting landing page

Rangkuman artikel:

  • Copywriting landing page adalah kunci utama yang mengubah pengunjung jadi pelanggan, bukan cuma desain yang cantik.
  • Ada dua formula populer yang bisa langsung kamu pakai: AIDA dan PAS.
  • Setiap elemen di landing page (headline, subheadline, benefit, social proof, CTA) punya gaya penulisan yang berbeda.
  • Contoh copywriting berbeda untuk produk digital, produk fisik, dan konten kreator.
  • Kamu bisa praktik langsung pakai template siap pakai di Linkreator, tanpa perlu jago desain atau coding.

Copywriting landing page adalah teknik menulis kata-kata di halaman landing page supaya pengunjung tergerak melakukan aksi tertentu, misalnya membeli produk, mendaftar kelas online, atau klik tautan di bio.

Bedanya dengan tulisan blog biasa, copywriting fokus pada satu tujuan, yaitu konversi.

Kalimatnya pun harus jelas, relevan dengaen kebutuhan pembaca, dan mengarah ke satu aksi yang kamu mau.

Kalau kamu jual produk digital hingga hendak membuka toko online, copywriting ini yang bikin halaman atau landing page jadi tampak benar-benar menjual. Yuk simak formula dan contohnya di bawah!

Kenapa Copywriting Menentukan Konversi Landing Page Kamu?

Landing page yang bagus secara visual belum tentu berhasil jik kata-katanya kurang nyambung dengan yang sedang dicari pengunjung.

Ini yang disebut message match, yaitu kesesuaian antara janji di iklan atau tautan sumber dengan isi landing page.

Jika pengunjung datang lewat iklan “diskon 50% kelas fotografi” tapi landing page-nya malah membahas hal lain, mereka akan langsung pergi.

Copywriting yang baik menjaga message match ini tetap konsisten dari headline sampai CTA.

Selain itu, kalimat yang kamu pilih juga berperan dalam funnel penjualan secara keseluruhan, mulai dari pengunjung baru sadar soal produkmu sampai akhirnya memutuskan membeli.

Rasio konversi naik ketika setiap bagian teks mengarahkan pembaca ke langkah berikutnya dengan lancar.

Formula Copywriting yang Bisa Kamu Pakai

contoh copywriting landing page

Tak perlu mikir dari nol setiap kali menulis.

Ada beberapa formula yang sudah terbukti dipakai banyak orang untuk menyusun copywriting landing page yang rapi dan persuasif.

1. Attention, Interest, Desire, Action atau AIDA

Formula AIDA menuntun pembaca lewat empat tahap.

Pertama, tarik perhatian lewat headline yang kuat.

Kedua, bangun rasa penasaran lewat penjelasan singkat soal manfaat produk.

Ketiga, munculkan keinginan dengan menunjukkan hasil atau transformasi yang bisa didapat.

Terakhir, tutup dengan CTA landing page yang jelas.

Contoh singkat:

“Capek bikin konten tapi followers susah naik? (Attention) Kelas ini ngajarin strategi konten yang dipakai kreator dengan 100 ribu followers. (Interest) Bayangkan feed kamu rapi dan engagement naik dalam sebulan. (Desire) Gabung kelasnya sekarang, kuota terbatas. (Action)”

2. Problem, Agitate, Solution atau PAS

Formula ini dimulai dari masalah yang dialami pembaca, lalu memperkuat rasa “ini masalah aku banget”, baru kemudian menawarkan solusi lewat produk atau layananmu.

Contoh singkat:

“Susah jualan online karena nggak punya toko sendiri? (Problem) Padahal marketplace penuh persaingan dan biaya iklan terus naik. (Agitate) Buat landing page toko sendiri dalam hitungan menit, tanpa perlu skill coding. (Solution)”

Udah Punya Copywriting-nya, Tinggal Bikin Landing Page-nya

Masukkan formula AIDA atau PAS kamu ke template siap pakai. Drag, drop, langsung online, tanpa perlu coding.

Coba Bikin Landing Page Gratis

Contoh Copywriting Landing Page per Elemen

Setiap elemen di landing page butuh gaya kalimat yang berbeda. Berikut contoh yang bisa kamu jadikan referensi.

1. Headline

Headline adalah kalimat pertama yang dibaca, jadi harus langsung kasih tahu manfaat utama.

Contoh: “Bikin Landing Page Sendiri, Tanpa Coding, Cuma 10 Menit”

2. Subheadline

Subheadline menjelaskan headline dengan lebih detail, biasanya satu atau dua kalimat.

Contoh: “Drag-and-drop editor yang gampang dipakai, cocok buat kamu yang baru mulai jualan online.”

3. Poin Manfaat (Benefit)

Tulis manfaat, tak hanya fitur.

Fitur menjelaskan apa yang produk punya, manfaat menjelaskan apa yang didapat pembaca.

Contoh: “Fitur checkout otomatis” (fitur) menjadi “Terima pembayaran tanpa ribet, dana langsung bisa kamu tarik” (manfaat).

4. Social Proof

Social proof menunjukkan bukti bahwa orang lain sudah merasakan manfaat produkmu, misalnya testimoni, jumlah pengguna, atau rating.

Contoh: “Sudah dipakai lebih dari 5.000 seller UMKM buat jualan online.”

5. CTA (Call to Action)

CTA harus jelas dan pakai kata kerja aktif. Hindari kalimat generik seperti “Klik di Sini”.

Contoh: “Buat Landing Page Gratis Sekarang” atau “Mulai Jualan Hari Ini”

Contoh Copywriting Berdasarkan Jenis Produk

Gaya copywriting juga perlu disesuaikan dengan jenis produk yang kamu jual. Berikut beberapa contohnya.

1. Produk Digital

Untuk ebook, kelas online, template, atau preset, fokuskan copywriting pada hasil atau transformasi yang didapat pembeli.

Contoh: “Belajar Edit Foto Kayak Profesional, Cukup dari HP. Preset ini dipakai ribuan kreator buat bikin feed Instagram makin estetik.”

2. Produk Fisik / UMKM

Untuk produk fisik, tekankan kualitas, keunikan, dan kemudahan proses beli.

Contoh: “Kopi Robusta Asli Petani Lokal, Diroasting Fresh Setiap Minggu. Pesan sekarang, dikirim langsung dari roastery kami.”

3. Konten Kreator (Bio Link)

Untuk halaman bio link, copywriting fokus pada identitas dan ajakan menjelajah konten atau produk yang ditautkan.

Contoh: “Semua Link Aku Ada di Sini. Cek kelas online, produk rekomendasi, dan konten terbaru dalam satu halaman.”

4. Tips Biar Copywriting Kamu Makin Nendang

Beberapa hal ini bisa kamu terapkan supaya copywriting landing page makin efektif dan sesuai kebutuhan customer journey pembaca.

  • Jaga message match antara sumber traffic (iklan, bio, chat) dan isi landing page.
  • Tambahkan social proof di dekat CTA supaya keputusan pembaca lebih mantap.
  • Perhatikan microcopy, yaitu teks kecil di sekitar form atau tombol, seperti “Data kamu aman” di bawah form pendaftaran.
  • Lakukan A/B testing untuk membandingkan dua versi headline atau CTA, lalu pakai versi yang hasilnya lebih baik.
  • Tulis dengan gaya bahasa yang natural, seolah kamu ngobrol langsung sama pembaca, bukan bahasa formal yang kaku.

Elemen-elemen ini saling berkaitan dan memengaruhi pengalaman pengguna atau UX secara keseluruhan di landing page kamu.

Praktikkan Copywriting Kamu di Linkreator

produk fisik

Linkreator adalah tools landing page atau landing page builder yang dirancang untuk pemilik produk digital, produk fisik, dan konten kreator di Indonesia.

Editornya drag-and-drop, jadi kamu bisa langsung menata teks, gambar, dan tombol CTA tanpa perlu belajar coding.

Setelah punya copywriting yang matang, kamu tinggal masukkan ke template yang sudah tersedia di Linkreator.

Ada juga sistem checkout dan pembayaran otomatis, jadi begitu pengunjung tergerak lewat copywriting kamu, mereka bisa langsung membeli tanpa proses ribet.

Kesimpulan

Copywriting landing page berperan besar dalam menentukan apakah pengunjung akan bertindak atau justru pergi begitu saja. Dengan formula seperti AIDA atau PAS, plus contoh kalimat per elemen dan jenis produk di atas, kamu punya modal yang cukup untuk mulai menulis copywriting sendiri.

Coba terapkan satu formula dulu di landing page kamu, lihat hasilnya, lalu sempurnakan lewat A/B testing secara bertahap.

Copywriting Sudah Jago, Saatnya Eksekusi

Buat landing page yang menampilkan copywriting kamu dengan rapi, lengkap dengan checkout dan pembayaran otomatis, di Linkreator.

Mulai Sekarang, Gratis

FAQ

1. Apa itu copywriting landing page?

Copywriting landing page adalah teknik menulis teks di halaman landing page supaya pengunjung tergerak melakukan aksi tertentu, seperti membeli produk atau mendaftar. Fokus utamanya adalah konversi, bukan sekadar informasi.

2. Formula copywriting apa yang paling gampang dipakai pemula?

AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dan PAS (Problem, Agitate, Solution) adalah dua formula yang paling gampang dipahami dan langsung bisa dipraktikkan, karena strukturnya jelas dan mudah diikuti.

3. Apa bedanya copywriting untuk produk digital dan produk fisik?

Copywriting produk digital biasanya menonjolkan hasil atau transformasi yang didapat pembeli, sementara copywriting produk fisik lebih menekankan kualitas, keunikan bahan, dan kemudahan proses pembelian.

4. Bagaimana cara mengetahui copywriting landing page sudah efektif?

Kamu bisa cek dari rasio konversi, yaitu persentase pengunjung yang melakukan aksi yang diinginkan. Lakukan A/B testing pada headline atau CTA untuk melihat versi mana yang menghasilkan konversi lebih tinggi.

Next
Anda mungkin juga tertarik

Menu

Anda mungkin juga tertarik
Linkreator.id